Sejauh
ini bukan hal aneh kalo orang yang punya darah lebih manis jadi inceran
nyamuk. Cewek yang termasuk golongan berdarah manis lebih sering digigiti
nyamuk daripada yang gak berdarah manis. Tapi, pernyataan ini sekarang makin
berkembang, dari penelitian yang dilakukan oleh Annals of Internal Medicine
yang dipublikasikan via The New York Times menyebut, kalo orang yang
punya ukuran tubuh lebih besar justru sangat menarik perhatian nyamuk buat
menggigitnya. Hayooo ada yang berbadan subuur gak girls? Saya juga rada gendutan sekarang. Kata temen-temen sih gitu.
Menurut
peneliti tersebut, orang yang punya tubuh lebih
besar, memancarkan panas atau karbondioksida yang lebih besar. Peneliti
ini sempat membandingkan temuannya antara bodi perempuan hamil dengan yang
nggak hamil (kondisi bodi ukuran normal) dan hasilnya, perempuan yang hamil
justru dua kali lebih menarik perhatian nyamuk. Hasil analisisnya, suhu tubuh
perempuan hamil lebih tinggi atau karbondioksidanya lebih banyak. Gak usah
heran kalo nyamuk lebih cepat mendeteksi orang berbodi besar dibanding yang
berbodi normal.
Selain
karbondioksida, asam laktat yang juga bisa menjadi daya tarik nyamuk untuk
menggigit. Makanya, kalo lagi ada di luar ruangan dan berkeringat, nyamuk lebih
sering menyerang. Insting yang kuat, bikin nyamuk sanggup mendeteksi
karbondioksida dan asam laktat dalam jarak radius 30m.
Hmmm,
jadi yang berbadan besar dan sering berkeringat, harus sering-sering mandi, yaa....



0 comments:
Posting Komentar